MostisfesT

NEXT Event di bumi metal lancang kuning kita teman Event bertajuk "MORTISFEST, DISTORTION OF DEATH" Yang bakal diakan di Manager Cafe Kapling 27 mei nanti tepat pukul 3 sore

GRIEF BLOZZOM BLASTING MADNESS #2 " ZONE HELL FEST "

NNIV 1ST GRIEF BLOZZOM BLASTING MADNESS #2 " ZONE HELL FEST " 02 JUN 2012 - OUT DOR TAMAN BUDAYA_PEKANBARU GUEST STAR : "GODZILLA" (JAKARTA DEATH METAL)

RIP Henrik Frykman [DISFEAR]

Nyköping - Kabar dukacita datang dari band discrust Swedia, DISFEAR. Band yang juga dihuni vokalis AT THE GATES, Tomas Lindberg tersebut baru saja ditinggal selamanya oleh bassist mereka, Henry Fykman yang meninggal karena kanker di usia 40 tahun. Selama ini Henry memang diketahui sedang berjuang untuk memperpanjang kontrak hidupnya meski digerogoti kanker.
“Kami semua di band masih dirundung dukacita mendalam karena teman sekaligus saudara kami, Henry Frykman tanggal 25 Maret kemarin meninggal dunia karena kanker. Kami akan merindukan segala suasana ketika bersama Henry,” kata empat personil band yang ada sekarang yakni Björn Pettersson, Marcus Andersson, Ulf Cederlund dan Tomas Lindberg.

Di tahun 1990 Frykman bergabung ke ANTI-BOFORS yang setahun kemudian berganti nama menjadi DISFEAR. Selama dua puluh tahun band ini sudah tampil di berbagai negara dan termasuk salah satu band yang cukup disegani di scene metal internasional.
Album teranyar mereka adalah “Live the Storm” yang dirilis di tahun 2008 lalu oleh Relapse Records. Di tengah eksitensi DISFEAR, para personilnya kemudian membentuk band-band baru yang juga punya nama cukup terkenal dimana diantaranya ada ENTOMBEDAT THE GATES dan juga NIGHTRAGE. [berontakzine.com]

Dilanda Banjir Misery Index Tetap Tampil

Hujan yang turun melanda kota Medan sejak kamis malam hingga hari Jumat menyebabkan banyak titik terkena banjir, tak terkecuali di jalan Dr Mansyur, termasuk di tempat dimana band Asal Amerika Serikat, Misery Index tampil menghadiri undangan dari pencinta musik deat metal.

Acara yang dikemas dalam acara yang bertajuk Medan Rock Blast, band legendaris yang sudah berdiri sejak tahun 2001 ini menyanyikan sekitar 11 lagu yang diambil dari empat album yang sudah dirilisnya yakni Retaliate (2003), Discordia (2006), Traitors (2008) dan sekaligus album teranyarnya Heirs To Thievery yang dirilis Mei 2010, di Terminal Futsal, Medan, Jalan Dr. Mansyur, Medan, pada hari Jumat (1/04) pukul 15.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Pengunjung yang hadir pada malam tersebut tak memperdulikan hujan yang turun terus menerus dan jalanan yang tergenang air, maupun tiket seharga Rp 75 ribu. Mereka yang kebanyakan mengenakan kaos hitam tetap datang dan menggoyangkan kepala atau head banging bersama.

Dibuka oleh band-band lokal seperti Cranium, Foredoom, Kumal, Immortal, Djin dan Curse of Lamia dan juga sebuah band tamu Nafrat (Singapore Death Metal, Jason Netherton (bass, vokal), Mark Kloeppel (gitar, vokal), Adam Jarvis (drum) dan Darin Morris (gitar) tampil sangat memukau dan begitu gahar dengan sound system dengan distorsi yang sangat memadai.

“You not tired,”ujar Mark Kloeppel, yang direspon cepat oleh penonton, “No,” Sure?, “Yes,” kemudian musik cadas itu kembali bergaung diruangan tersebut yang hampir total menyanyikan 11 lagu.

Biofile
Nama: Misery Index
Asal: Maryland, USA
Berdiri: 2001
Aliran: Death metal, grindcore, deathgrind
Personil: Jason Netherton (bass, vokal), Mark Kloeppel (gitar, vokal), Adam Jarvis (drum) dan Darin Morris (gitar)
Album: Retaliate CD/LP (2003), Discordia CD/LP (2006), Traitors CD/LP (2008), dan Heirs To Thievery CD/LP (2010)


Buku Memoar Melawan Lupa

Buku yang ditulis oleh Rahman Angga Kusumah atau yang akrab disapa kimung ini menceritakan tragedi kelabu dalam peluncuran album pertama band BESIDE (againts ourselves) yang menewaskan 11 orang metalhead. Di dalam buku yang bertebal 208 halaman ini tak hanya menceritakan insiden sabtu kelabu itu tetapi menceritakan bagaimana kehidupan yang kreatif dari komunitas bawahtanah di Ujung Berung seperti memebuka studio band,distro,wanet sampai pembuatan rokok.banyak hal-hal yang menarik dalam buku ini mulai dari apa yang sebenarnya terjadi pada saat insiden maupun pasca insiden tersebut.serta kehidupan komunitas bawahtanah yang terus bertahan ditengah stigma negatif masyarakat sekitar terhadap komunitas tersebut. Dalam penulisan ini kang kimung juga dibantu beberapa temennya seprti kang addy gembel voc Forgotten yang memberikan tulisan dari blog pribadinya. 
Buku yang sangat inspiratif ini memberikan banyak informasi kekhalayak luas bahwasahnya anak metal itu tak hanya rusuh tapi juga bisa melakukan hal-hal kreatif yang sebagaimana telah dilakukan komunitas bawah tanah (ujungberung). Buku ini di dedikasikan untuk ke11 korban dalm insiden kelabu tersebut yaitu NOVI FEBRIANA,DICKY ZAELANI,KRISTIANTO,M.YUSUF FERDIAN,AGUNG FAUZI PRATAMA,DADI,AHMAD WAHYU,YUDI,NOVAN,AHMADFURQON dan ENTIS SUTISNA.
Semoga segala amal dan ibadahmu diterima disisinya
Amin

Credit : ExtremeZine

Curhat Curhit